Teori Bumi Bertabrakan dengan Planet Theia

Sekitar 4.5 milyar tahun lalu, Bumi pernah berbenturan dengan planet seukuran Mars yang bernama Theia.

Para ahli mengambil kesimpulan bahwa tabrakan ini memberikan akibat:

  1. Bumi berotasi miring 23.5 derajat dan menjadi penyebab adanya musim.
  2. Bumi pernah memiliki cincin seperti Planet Saturnus.
  3. Cincin itu pada akhirnya menggumpal dan menjadi Bulan.

Bekas tabrakan dalam arti seperti lubang bekas asteroid/meteor jatuh sudah tidak terdeteksi. Hal ini karena saking besarnya ukuran Theia. Sisa material Theia, selain ada di Bulan, diperkirakan tenggalam di dalam mantel Bumi karena Theia diduga lebih padat. Singkatnya, sisa Theia mungkin “dimakan” Bumi.

Kenapa cincin Bumi menggumpal menjadi Bulan, sementara satelit Saturnus tetap tercerai berai? Karena debu hasil tabrakan dengan Theia berada di luar dari apa yang disebut sebagai “Roche Limit”. Kalau di dalamnya akan tercerai berai, kalau di luarnya akan menggumpal. Jarak Roche Limit berbeda-beda tergantung dari massa planet. Debu es yang menjadi cincin Saturnus ada terlalu dekat dan di dalam Roche Limit, sehingga ia tetap tercerai berai, tidak menggumpal menjadi satelit.

Terbentuknya Bulan berpengaruh ke banyak hal, salah satunya kecepatan rotasi Bumi. Kecepatan rotasi Bumi menjadi lebih lambat akibat pengaruh gravitasi Bulan, dan terus terjadi sampai sekarang. Beberapa ahli memperkirakan 350 juta tahun lalu, lama rotasi bumi dalam 1 hari adalah 22-23 jam, bukan 24 jam. Berdasarkan catatan di 1.200 sebelum masehi, dengan asumsi kecepatan rotasi Bumi selalu sama, perhitungan menunjukkan seharusnya lokasi di mana gerhana terlihat meleset ribuan kilometer dari lokasi di catatan itu. Diperkirakan di 1.200 sebelum masehi, Bumi berotasi 0.047 detik lebih cepat dari sekarang. Ini belum dikaitkan dengan Milankovitch cycle dan posisi Matahari (dan sistem tata surya yang terkunci dengannnya) secara relatif dalam Milky Way (Galaksi Bima Sakti).

Sebagai catatan, Theia menabrak Bumi saat material di tata surya masih berhamburan tidak beraturan. Selain Theia, Bumi terus ditabrak benda langit lain. Bahkan ada hipotesis asal air di Bumi adalah akibat tabrakan komet yang mengandung es.

Untuk di masa ini kemungkinan Bumi kena tabrakan dari benda angkasa ukuran besar sangat kecil atau belum dapat terdeteksi. Tapi tentu saja Bumi tidak perlu ditabrak planet seukuran Mars seperti Theia untuk membuat kita punah seperti dinosaurus. Diameter asteroid yang menabrak Bumi sekitar 65 juta tahun lalu tidak lebih dari 80 km. Sebagai pembanding, diameter Mars sekitar 6.800 km.

You May Also Like

About the Author: Bayu Dewa