Tentang Amal, Surga dan Rahmat Allah

amal surga dan rahmat

Seorang hamba hanya bisa masuk surga dengan rahmat Allah, bukan dengan amalnya. Ungkapan ini tidak salah. Namun, jika kemudian melemahkan semangat kita untuk beramal saleh, berarti ada yang salah dengan pemahaman kita.

Rahmat Allah tidak akan sampai kepada seseorang kecuali jika ia memang patut dan layak untuk menerimanya. Seseorang tidak patut dan layak untuk menerima rahmat-Nya kecuali jika ia sudah berusaha untuk bertakwa dan berbuat baik dengan penuh keikhlasan.

Perhatikan firman Allah sebagai berikut:

“Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang2 yang berbuat kebaikan” (QS. Al-A’raf: 56)

Ayat tersebut mengandung arti bahwa orang yang malas beramal jauh dari rahmat Allah. Dengan kata lain, tidak patut dan layak untuk menerima rahmat-Nya. Orang yg tidak patut dan layak untuk menerima rahmat-Nya, tidak akan diberi-Nya rahmat. Orang yang tidak diberi-Nya rahmat, tidak masuk surga.

Ibaratnya, kita tidak mungkin kita terbang sendiri sampai ke seberang laut tanpa naik pesawat. Akan tetapi, kita tidak mungkin bisa terbang dengan pesawat, kecuali dengan menaiki tangga pesawat. Nah, amal kita sepanjang hayat ibaratnya baru menaiki beberapa anak tangga pesawat. Untuk mencapai surga perlu pesawat rahmat Allah.

Namun, kita jangan putus asa untuk meraih rahmat-Nya. Bertobatlah dan beramallah semampu kita. Selebihnya, berdoa dan berserahlah kepada Allah yang Maha Luas rahmat-Nya. Terlepas dari surga atau neraka, satu hal yg perlu kita sadari, sebagai hamba yang sudah diciptakan, dipelihara dan diberi rezeki oleh Allah, sudah sepatutnya kita bersyukur dengan taat kepadaNya dan berbuat baik kepada makhluk2-Nya.

Referensi:
Khulashatut-Tashanif fit-Tashawwuf, Imam Al-Ghazali, hlm. 7

Khulashatut-Tashanif fit-Tashawwuf Imam Al-Ghazali

Catatan:
Rahmat yang dimaksud oleh Imam Ghazali dalam tulisan ini adalah rahmat yg terkait dengan surga-Nya di akhirat. Lagi pula, yang berhak menilai baik tidaknya seseorang hanyalah Allah. Bisa saja orang yang menurut kita tampak pendosa, tapi ada sesuatu kebaikan yg kita tidak tahu.

Tulisan ini ditulis oleh Ust Zaqi Elqattamy (@zaki_elqattamy)

 

Bacaan terkait: Tips Rejeki Melimpah

You May Also Like

About the Author: Bayu Dewa